+62 21 298 20258
Era digital di Indonesia telah dimulai dengan salah satu berita paling menarik mengenai teknologi geospasial. Proyek smart city telah banyak ditunggu untuk disetujui. Dengan proyek ‘Smart City’ yang sedang berjalan di beberapa kota, ini telah membuka pandangan baru bagi perusahaan dan praktisi teknologi geospasial. Mengingat dukungan dari pemerintah sekarang ini yang menekankan digitalisasi, ini merupakan momentum Smart City yang sangat tepat. Beberapa dekade urbanisasi yang tidak direncanakan menimbulkan bahaya transportasi, bahaya sanitasi, daerah kumuh, perumahan yang tidak memadai, korupsi, polusi yang merajalela dan bangkitnya epidemi global seperti Ebola dan Zika. Bersama dengan kerentanan terhadap pola cuaca ekstrem, masalah urbanisasi telah menjadi perhatian global. Proses ketahanan perkotaan dimulai dengan membangun kota sebagai model pembuat perubahan global. Dan cara untuk maju adalah membangun proses dan model bisnis baru.

Apa itu Smart City?

Konsep Smart City adalah cara cerdas teknologi untuk mengatasi masalah urbanisasi yang tidak direncanakan. Sementara definisi bervariasi sesuai dengan tingkat penyebaran, skala, aspirasi masyarakat, dan geografis, beberapa fitur mendasar dengan jelas mencirikan Kota Pintar. Kota Cerdas didasarkan pada pengetahuan dan inovasi, berfungsi 24 x7 di lingkungan cloud, untuk layanan warga terbaik dan praktik berkelanjutan. Definisi yang komprehensif adalah “lingkungan perkotaan berbasis data yang ditujukan untuk keberlanjutan, transparansi dan efisiensi, didorong oleh model yang memungkinkan teknologi informasi untuk membuat kerangka visual dalam berbagai skenario aplikasi, yang dilayani oleh kerangka kerja masyarakat yang cerdas” .

Teknologi Geospasial Untuk Membangun Kota yang Lebih Cerdas

Konsep kota cerdas menjadi salah satu kata kunci yang paling sering disebutkan dalam hal membangun dan merancang lingkungan perkotaan yang lestari di abad ke-21. Tapi, ini tidak berarti bahwa kita semua mengerti apa sebenarnya kota cerdas, dan yang lebih penting – bagaimana membangunnya? Konsep kota cerdas merupakan sebuah proses, atau serangkaian langkah, dimana kota menjadi lebih ‘layak huni’ dan tangguh. Selain itu, kota cerdas┬áharus dapat merespon lebih cepat terhadap seluruh masalah yang muncul.
Di hampir semua area ini, komponen teknologi geospasial memiliki peran penting. Data yang relevan tentang lalu lintas (proyek pekerjan, kemacetan lalu lintas, rute optimal, dan sebagainya), infrastruktur jalan (tanda, lubang, kerusakan jalan), kesehatan masyarakat (infrastruktur rumah sakit, penyebaran penyakit) atau praktik masyarakat yang penting (prakarsa warga, proyek dan warisan budaya) dapat dengan mudah divisualisasikan, diatur dan diinterpretasikan menggunakan peta web interaktif. Ini merupakan salah satu manfaat dari aplikasi geospasial untuk pemerintah daerah.
Cara terbaik untuk menafsirkan dan memahami data adalah melalui sarana kolaborasi antara berbagai departemen kota, dinas lapangan, warga, dan bisnis. Semua elemen tersebut dapat dibuat dalam sistem pemetaan pada aplikasi geospasial. Peta interaktif pada perangkat yang berbeda menjadi “smart workboard”. Berbagai pemangku kepentingan seperti pejabat kota, warga, dan bisnis lokal berdiskusi, berinteraksi dan membuat keputusan berdasarkan wawasan real-time.
Kita dapat menentukan wilayah utama yang penting untuk membangun kota yang lebih berkelanjutan, tangguh dan responsif. Misal, transportasi cerdas, administrasi publik, pemerintahan dan layanan publik termasuk utilitas serta sistem kesehatan dan pendidikan.

Teknologi Geospasial Sebagai Pusat Smart City

teknologi geospasial sebagai kerangka pusat smart city
Struktur teknologi geospasial di ekosistem Kota Pintar, dapat melayani salah satu atau semua fungsi di atas. Misalnya, di kota Hamburg yang menerapkan GIS dalam inisiatif perumahan hemat energi, sementara Stockholm berfokus pada layanan e-smart. Selain komponen GIS, kerangka GIS Smart City harus selalu ‘on’ dan terhubung dengan arus informasi yang mulus. Untuk ini, infrastruktur hybrid cloud adalah enabler utama.

Lumbung GeoApliance dapat menjadi platform lintas sektoral terpadu untuk mengumpulkan, mengelola, menyusun, menganalisis dan memvisualisasikan informasi spatio-temporal untuk perencanaan, pengembangan dan pengelolaan perkotaan yang berkelanjutan.

Membangun kota yang lebih cerdas adalah sebuah proses dan bukan suatu titik waktu. Menggunakan teknologi geospasial merupakan langkah penting untuk memanfaatkan semua ‘data besar’ yang telah dimiliki dan diterima setiap hari. Menempatkan semua data pada peta kolaboratif berarti kita dapat membuat keputusan yang tepat secara langsung, menggunakan perangkat apa pun dan dari manapun di dunia.

Diskusikan Proyek Smart City Anda Bersama Kami

Share This